Pemprov dan DPRD Sulbar Sepakati Ranperda APBD 2025 untuk Kepentingan Masyarakat

MAMUJU -Sulbarta. Com- Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar akhirnya sepakat mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Kesepakatan ini dicapai dalam rapat paripurna DPRD Sulbar pada Sabtu, 30 November 2024, yang membahas tentang persetujuan program pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Sulbar 2024 serta Ranperda APBD 2025 antara Pemprov dan DPRD Sulbar.

Rapat yang dihadiri oleh 30 anggota DPRD, Pj Sekprov Sulbar Amujib, dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulbar ini, fokus pada pembahasan anggaran yang akan digunakan untuk menjalankan program-program pemerintahan pada tahun 2025.

Penjabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pimpinan dan anggota DPRD Sulbar, khususnya Badan Anggaran (Banggar), serta para Kepala OPD Pemprov Sulbar yang turut serta dalam pembahasan Ranperda APBD 2025.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD Sulbar, khususnya Badan Anggaran, serta teman-teman Pemprov yang telah menyelesaikan pembahasan APBD 2025. Alhamdulillah, meski ada dialog dan dinamika, kita bisa menemukan jalan tengah,” kata Bahtiar Baharuddin.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulbar, Amalia Fitri Aras, berharap APBD 2025 dapat berjalan sesuai dengan kepentingan masyarakat Sulbar.

“Yang terpenting adalah semua keputusan dan kesepakatan yang kita buat hari ini bertujuan untuk kepentingan masyarakat, dan prioritas utama yang telah disepakati bisa langsung menyentuh masyarakat,” ujar Amalia Fitri Aras.

Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut memastikan bahwa pada 2025 mendatang, OPD Pemprov Sulbar tidak akan terlalu banyak menjalankan kegiatan yang bersifat sosialisasi.

“Kita sudah sepakat bahwa program-program yang ada harus langsung menyentuh masyarakat Sulbar, tanpa terlalu banyak kegiatan sosialisasi atau hal-hal lain yang tidak langsung berdampak,” tuturnya. Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *