Solidaritas Mahasiswa Parepare untuk Korban Kebakaran Galung Tulu: 37 Rumah Hangus, 173 Jiwa Terdampak

Parepare, SulbarTa.com — Musibah kebakaran hebat yang melanda Dusun Kampung Tuluk, Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, pada 28 Februari 2026, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Peristiwa tersebut terjadi saat warga tengah menunaikan salat tarawih, sehingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan permukiman.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 37 unit rumah ludes terbakar dan 173 jiwa terdampak. Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat kepanikan saat proses evakuasi. Dalam hitungan menit, puluhan rumah rata dengan tanah tanpa menyisakan harta benda. Para korban hanya mampu menyelamatkan diri dengan pakaian yang melekat di badan.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah organisasi kemahasiswaan se-Kota Parepare berinisiatif membangun kolaborasi aksi sosial kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban.

Aksi penggalangan bantuan dilaksanakan pada 2–8 Maret 2026, dengan posko utama berada di Sekretariat Aliansi Pemuda Pelajar Mahasiswa (APPM) Polewali Mandar Kota Parepare. Selain membuka posko, para mahasiswa juga turun langsung ke sejumlah titik keramaian di Kota Parepare untuk menggalang donasi dari masyarakat.

Bentuk bantuan yang diterima meliputi uang tunai, sembako dan bahan makanan, pakaian layak pakai, serta kebutuhan pokok lainnya yang dibutuhkan para korban di lokasi pengungsian.

Penanggung Jawab Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Sosial Kemanusiaan, Muhammad Amin Hasman Kausu, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi kebakaran tersebut.

“Kami langsung melakukan konsolidasi pada 1 Maret 2026 untuk membahas langkah konkret yang bisa kami lakukan. Dari hasil pertemuan itu, kami sepakat membentuk kolaborasi lintas organisasi mahasiswa se-Kota Parepare,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan ini murni didasari rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Ini bukan soal besar atau kecilnya bantuan, tetapi tentang kehadiran dan kepedulian kita. Apalagi di bulan suci Ramadhan, momentum ini harus kita jadikan sebagai penguat solidaritas dan empati terhadap saudara-saudari kita yang sedang tertimpa musibah,” tambahnya.

Muhammad Amin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut ambil bagian dalam aksi sosial tersebut.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berdonasi. Semoga apa yang kita lakukan bersama dapat meringankan beban para korban dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.

Sejumlah organisasi yang tergabung dalam kolaborasi ini berasal dari berbagai kampus dan paguyuban mahasiswa di Kota Parepare. Keterlibatan banyak pihak ini menjadi bukti bahwa semangat solidaritas mahasiswa tetap hidup dan kuat.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan darurat para korban, tetapi juga menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan setelah musibah.

Musibah kebakaran ini bukan hanya ujian bagi para korban, melainkan juga panggilan kemanusiaan bagi seluruh elemen masyarakat untuk hadir, peduli, dan bergerak bersama membantu sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *