Hari Lahir Pancasila 2026, ASN Perantau Asal Bulukumba Tunjukkan Inovasi dan Dedikasi di Daerah Tugas Menulis

MAKASSAR, SulbarTa.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 menjadi momentum untuk melihat bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam pelayanan publik. Hal tersebut tercermin dari sejumlah ASN perantau asal Bulukumba yang mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XVII, XVIII, dan XIX Tahun 2026 di Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPK-APDN) Wilayah IV Makassar.

Latsar yang berlangsung sejak Februari hingga Mei 2026 diikuti 120 peserta, terdiri dari 63 CPNS formasi umum Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan 57 purna praja IPDN serta CPNS dari berbagai daerah.
Di antara peserta tersebut, tiga ASN asal Bulukumba menampilkan inovasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik di instansi masing-masing.

Muh. Fajar Fikriansyah B, S.Tr.I.P., yang bertugas di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Selatan, menggagas optimalisasi media dan publikasi untuk meningkatkan literasi politik masyarakat serta mendorong pengawasan publik terhadap partai politik.

Sementara itu, Anisa Amalyah Fajri Matoa, S.Tr.I.P., yang bertugas di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulsel, menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penghapusan Barang Milik Daerah (BMD) guna meminimalkan risiko maladministrasi.

Inovasi lainnya datang dari Ahmad Robbani, CPNS Pemadam Kebakaran Kabupaten Polewali Mandar. Ia menggagas “SINERGI” (Sistem Integrasi Data dan Ekosistem Ruang Digital), sebuah sistem digital berbasis Google Workspace untuk menata dan mengintegrasikan data operasional Damkar secara lebih efektif dan transparan.

Ketiganya menilai pengalaman merantau dan mengabdi di luar daerah asal menjadi proses pembelajaran penting dalam membangun kemandirian, integritas, dan profesionalisme sebagai ASN.

Keberhasilan peserta dalam melahirkan berbagai inovasi tersebut tidak lepas dari peran para mentor dan widyaiswara BBPK-APDN IV Makassar. Salah satunya adalah Andi Syahraeni Dg. Te’ne, S.Pt., M.Si., Widyaiswara Ahli Madya asal Bulukumba yang menekankan pentingnya adaptasi, integritas, dan kolaborasi dalam birokrasi.

Selain pembelajaran klasikal, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan pembentukan karakter, termasuk upacara Hari Kebangkitan Nasional, outbound kepemimpinan, dan Upacara Api Semangat Bela Negara yang bertujuan memperkuat jiwa nasionalisme dan solidaritas antarpeserta.

Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui inovasi, profesionalisme, dan pengabdian ASN.

Melalui berbagai gagasan yang dihadirkan, para ASN muda diharapkan mampu mendorong terwujudnya pelayanan publik yang lebih transparan, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *