Wabup Polman Tekankan ASN Harus Berdampak dan Bijak Bermedia Sosial

SulbarTa.com – Makassar— Wakil Bupati Polewali Mandar, Hj. Andi Nursami Masdar, resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang II Angkatan XVII, XVIII, dan XIX Kabupaten Polewali Mandar di Aula B BBPK-APDN IV Makassar, Senin (18/5/2026).

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme peserta. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Staf Ahli Bupati Polewali Mandar Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Drs. Sugiarto, Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan BKPSDM Polewali Mandar Muhammad Narwis, serta Penanggung Jawab Latsar CPNS BBPK-APDN IV Makassar Andi Masalainri.

Sebanyak 120 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 63 orang merupakan CPNS Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, sedangkan sisanya merupakan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dari berbagai daerah di Indonesia.

Pelaksanaan ini menjadi gelombang kedua Latsar CPNS Kabupaten Polewali Mandar setelah sebelumnya sebanyak 99 CPNS mengikuti gelombang pertama pada 4–9 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati membawakan materi Muatan Teknis Substansi Lembaga (MTSL) bertema “ASN Berdampak untuk Polewali Mandar yang Sehat, Cerdas, dan Maju.”

Penyampaian materi berlangsung interaktif dan komunikatif. Suasana beberapa kali disambut tepuk tangan peserta saat Hj. Andi Nursami Masdar membagikan pengalaman panjangnya sebagai birokrat perempuan yang meniti karier dari bawah hingga dipercaya menjadi Wakil Bupati Polewali Mandar.

Ia mengawali sambutannya dengan dialog ringan bersama peserta Latsar yang mayoritas merupakan ASN muda.

Pendekatan tersebut membuat suasana pembukaan terasa hangat namun tetap sarat pesan moral dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.

Dalam materinya, ia menegaskan bahwa menjadi ASN bukan sekadar memperoleh pekerjaan, melainkan menerima amanah negara dan kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, ASN saat ini berada dalam sorotan publik yang semakin besar.

Tingginya harapan masyarakat di tengah kondisi ekonomi dan sulitnya lapangan pekerjaan membuat masyarakat semakin kritis terhadap kinerja aparatur sipil negara.

Ia juga menyinggung tingginya belanja pegawai daerah yang secara nasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, di mana belanja pegawai idealnya tidak melebihi 30 persen APBD.

“Karena itu ASN hari ini tidak cukup hanya hadir dan menjalankan rutinitas. ASN harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Wakil Bupati turut menyoroti fenomena ASN di era digital yang mudah menjadi perhatian publik, termasuk perilaku ASN di media sosial saat jam kerja.

Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana komunikasi publik yang positif apabila digunakan secara profesional dan bijak.

“Hal yang mungkin biasa dilakukan profesi lain, bisa menjadi berbeda ketika dilakukan ASN. Karena ASN membawa nama institusi dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sosok Hj. Andi Nursami Masdar juga menjadi perhatian tersendiri sebagai salah satu figur perempuan yang berhasil menembus posisi kepemimpinan strategis di Polewali Mandar, sesuatu yang masih relatif jarang dalam sejarah pemerintahan daerah tersebut.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati, ia dikenal sebagai birokrat senior yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Polewali Mandar.

Pengalaman panjang tersebut membuat materi yang dibawakannya dinilai kuat, kontekstual, dan dekat dengan realitas birokrasi. Para peserta tampak aktif menyimak dan beberapa kali memberikan tepuk tangan saat Wakil Bupati menyampaikan pesan motivasi kepada ASN muda.

Di akhir materinya, Hj. Andi Nursami Masdar mengingatkan bahwa Latsar bukan sekadar formalitas administrasi menuju pengangkatan PNS, melainkan proses pembentukan karakter dan integritas aparatur negara.

“Saudara digaji oleh negara, tetapi akan dinilai oleh masyarakat. Maka bekerjalah bukan sekadar hadir, tetapi hadir untuk memberi manfaat,” tutupnya.

Dengan pembukaan tersebut, rangkaian Pelatihan Dasar CPNS Gelombang II Kabupaten Polewali Mandar resmi dimulai sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah membentuk ASN muda yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan birokrasi modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *