Polman, SulbarTa.com – Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Polewali Mandar berlangsung penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Ribuan jemaah memadati Lapangan Pancasila Pekkabata, menjadikan momen Salat Id bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga simbol persatuan serta optimisme membangun daerah yang lebih maju, Sabtu (21/3/2026).
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai wilayah mulai berdatangan ke lokasi salat di Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali. Anak-anak hingga lansia tampak memenuhi area lapangan dengan penuh suka cita untuk menunaikan ibadah Salat Idulfitri.
Tingginya antusiasme jemaah menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Andi Depu dan Jalan Dr. Ratulangi ditutup sementara guna mengakomodasi membludaknya masyarakat yang hadir. 
Pelaksanaan Salat Id berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud, Wakil Bupati Andi Nursami Masdar, Ketua DPRD Fahri Fadly, Kapolres AKBP Anjar Purwoko, Dandim Letkol Inf Ikhwan Arifin, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati H. Samsul Mahmud menegaskan bahwa Idulfitri harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan tahunan. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut untuk memperkuat kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan solidaritas sosial.
“Idulfitri adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan memperkuat rasa persaudaraan. Nilai-nilai Ramadan harus terus hidup dalam keseharian kita demi menjaga kedamaian dan membangun Polewali Mandar yang lebih baik,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga memaparkan sejumlah capaian strategis pemerintah daerah selama satu tahun terakhir kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Andi Nursami Masdar. Ia menyebut berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif berkat kolaborasi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Polewali Mandar meningkat dari 69,88 menjadi 70,71 dan kini masuk kategori tinggi. Sementara angka kemiskinan berhasil ditekan dari 15,66 persen menjadi 14,02 persen.
Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar meraih predikat Universal Health Coverage (UHC) dengan cakupan kepesertaan mencapai 99,34 persen. Pembenahan layanan di RSUD Hajjah Andi Depu juga terus dilakukan dengan dukungan 58 dokter spesialis yang memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan regional di Sulawesi Barat.
Perhatian terhadap perlindungan sosial ditunjukkan melalui penyediaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 39.376 warga, termasuk 25.714 pekerja rentan. Di bidang pendidikan, program Sekolah Rakyat yang berjalan sejak 2025 terus didorong untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Sementara itu, dalam tata kelola pemerintahan, indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mencapai angka 4,00 dengan predikat sangat baik, menjadikan Polewali Mandar sebagai salah satu daerah dengan capaian terbaik di Indonesia Timur.
Khutbah Idulfitri disampaikan oleh Prof. Dr. Anwar Sadat, Guru Besar STAIN Majene. Dalam tausiyahnya, ia menguraikan tiga makna utama Ramadan, yakni sebagai bulan penyucian diri, pendidikan ketakwaan, dan momentum transformasi spiritual. Ia juga mengajak umat Islam memaknai jihad secara luas sebagai upaya sungguh-sungguh meningkatkan kualitas diri, memperkuat peradaban, serta menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Usai pelaksanaan Salat Id, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan open house di rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati yang dihadiri Forkopimda, pimpinan OPD, serta masyarakat umum yang memanfaatkan momen tersebut untuk bersilaturahmi secara langsung.
Perayaan Idulfitri tahun ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga refleksi atas kemajuan daerah yang mulai menunjukkan arah positif. Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Polewali Mandar diharapkan mampu melangkah lebih cepat menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan .





